LUBUKLINGGAU, SUMSEL – Nenek (78) bernama Seberang alias Kunkun warga Kota Lubuklinggau Sumsel meninggal dunia setelah jatuh dari ruko lantai dua rumahnya, Selasa (28/11/2023) sekitar pukul 05:30 WIB
Peristiwa ini terjadi di rumah korban Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
Sebelum meninggal dunia, korban sempat mendapatkan perawatan di RS Ar Bunda.
Kandar salah satu pedagang di Pasar Impres Kota Lubuklinggau membenarkan bila korban meninggal dunia terjatuh dari lantai II ruko tempat tinggalnya.
“Tadi waktu kejadian langsung dibawa ke rumah sakit, informasinya mengalami luka serius di kepalanya,” ungkapnya pada wartawan.
Kandar menceritakan nenek Kunkun mempunyai tanaman bunga yang yang dilantai dua rumahnya kerap dijadikan teh, setiap hari bunga itu dipetik lalu dijemur untuk dijadikan teh.
“Diduga saat akan memetik bunga itu terpeleset langsung jatuh dan meninggal dunia,” ungkapnya.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Indra Arya Yudha melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, AKP Johny Pajri didampingi Kanit Reskrim, Ipda Fachrudin membenarkan informasi tersebut.
“Korban jatuh dari lantai dua ruko miliknya sekira pukul 05.30 Wib,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil olah TKP di lapangan korban terjatuh saat akan merawat tanaman miliknya.
“Ketika terjatuh oleh warga langsung dibawa ke RS AR bunda untuk diambil tindakan medis namun korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Seluruh dunia tau konfliknya Palestina-Israel, bahkan tidak sedikit yang memberi dukungan kepada Palestina.
Hamas melalui brigade al Qassam (sayap militer Hamas) menunjukkan kepada kita contoh nyata dari rasa cinta kasih.
Tapi “bangsa pilihan tuhan” (Israel) menunjukkan kepada kita contoh nyata dari kebiadaban yang hakiki.
Tidak perlu ada bukti untuk menunjukkan kebejatan Israel di hadapan kita. Karena bukti itu sudah tersaji di mata kita.
Tapi bukti untuk kebenaran dan kelurusan akhlak Hamas, bagaimana mereka memperlakukan tawanan mereka dengan akhlak Islam, itu yang perlu kita share/ tunjukkan bagi dunia. Beberapa sudah disajikan. Dan ini adalah contoh lainnya:
Sepucuk surat dari “dia” yang di tawan, kepada “mereka” yang menawan.
Brigade Al-Qassam umumkan surat tawanan yang tadinya mereka sandera dan sudah bebas, mengharukan!Terjemahan Indonesia:
Kepada para jenderal yang telah menemani saya beberapa minggu terakhir ini, sepertinya kita akan berpisah besok, namun saya ucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam.
Untuk belas kasih yang unik yang kamu tunjukkan kepadaku
Bagi putriku Emilia, kamu sudah seperti orang tuanya, mengundangnya ke kamarmu di setiap kesempatan yang dia inginkan
Dia mengaku merasa seolah-olah kalian semua adalah temannya, dan bukan hanya sekedar teman, tapi teman akdab yang sangat baik. Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas banyak waktu yang kalian habiskan untuk kami.
Kalian seperti pengasuh baginya. Terima kasih telah bersabar padanya dan menghujaninya dengan permen, buah-buahan, dan segala sesuatu yang ada meskipun tidak tersedia dengan cukup.
Anak-anak tidak boleh ditawan, tetapi terima kasih kepada kalian dan orang-orang baik lainnya yang telah kami kenal selama ini.
Putri saya menganggap dirinya seperti seorang ratu di Gaza…dan secara umum dia mengaku merasa dirinya adalah pusat dunia. Kami tidak bertemu seseorang dalam perjalanan panjang kami, dari ras hingga pemimpin, yang tidak berperilaku baik dan penuh kasih sayang terhadapnya, seperti kalian memperlakukan putriku.
Dan cinta. Saya akan selamanya menjadi tawanan rasa terima kasih, karena dia tidak pergi dari sini bersama trauma psikologis selamanya. (Maksudnya tidak alami trauma).
Saya akan menyebutkan kepada Anda tindakan baik yang Anda tunjukkan di sini meskipun Anda menghadapi situasi sulit dan kerugian besar yang menimpa Anda di sini di Gaza. Saya berharap di dunia ini kita bisa menjadi teman yang benar-benar baik.
Saya doakan kalian semua dalam keadaan sehat…
Kesehatan dan cinta untuk Anda dan anggota keluarga Anda. Terima kasih banyak. Duniyal dan Amelia –
Empat prajurit Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) gugur usai baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (25/11/2022).
Keempatnya adalah Praka YL, Praka DB, Pratu MF, dan Prada D.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membenarkan gugurnya empat prajurit tersebut dan menyampaikan dukacita atas insiden tersebut.
Empat prajurit tersebut diserang saat melakukan operasi pengejaran terhadap Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Keempatnya sudah memperoleh santunan sesuai haknya. Setiap prajurit TNI yang gugur akan diberikan santunan sebesar Rp500 juta. Mereka sudah dimakamkan di kampung halamannya masing-masing.
(*/Budi Santoso)
Lima Korban Penyerangan OPM Dievakuasi karena Terkendala Cuaca.
Hingga Sabtu sore, kelima korban belum dapat dievakuasi ke Timika karena cuaca buruk di Beoga.
“Sampai siang tadi kami menerima informasi bahwa para korban belum bisa dievakuasi karena cuaca buruk di Beoga,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno ketika dikonfirmasi pada Sabtu (25/11/2023) malam.
Selain karena faktor cuaca, hingga saat ini belum ada maskapai yang bersedia terbang ke Beoga karena alasan keamanan.
“Kami juga menerima informasi bahwa pilot belum berani terbang ke Beoga karena alasan keamanan, ” ungkapnya.
Sebelumnya, lima orang pekerja puskesmas diserang Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Jumbul, Distrik Beoga Barat Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Jumat (24/11/2023).
Akibat penyerangan itu, tiga orang dilaporkan tewas dan dua orang lainnya mengalami luka.
Kelima korban saat ini masih berada di Puskesmas Beoga menunggu untuk dievakuasi ke Timika. (*/)
Serius, anda tak akan menemukan satupun rakyat Palestina yang di tawan Israel menunjukkan ekspresi seperti ini:
Jangan bilang ini cinta pada pandangan pertama 🤭
Kalau menjadikan tawanan sebagai perisai itu sudah mainstream. Selain itu, itu adalah cara kotor Israel menjadikan rakyat Palestina sebagai human shield (perisai manusia).
Kalau Hamas, lebih out of the box (berpikir diluar kotak). Mereka menjadikan tawanan itu sebagai contoh bagi dunia, bagaimana memperlakukan tawanan secara lebih manusiawi, dan secara lebih islami. Mereka menunjukkan kepada dunia bagaimana akhlak dan adab pasukan Islam kepada tawanan. Sebagaimana Islam memerintahkan demikian.
Saat anda melihat orang Palestina (yg di tawan Israel) keluar dari sel penjara Israel, semua akan merasa lega dan bersyukur sekali bisa keluar dari sana. Seolah-olah mereka habis kena siksa luar biasa, dan memang iya. Setidaknya, perempuannya mengalami pelecehan.
Jadi, orang-orang yang memperlakukan tawanan sebaik ini mau di tuduh membunuh bayi, membunuh sipil Israel, dan dituduh dengan tuduhan tidak manusiawi lainnya?
Yang pro-Israel, silahkan kalau mau denial (penyangkalan)
SUMATERA UTARA – Video yang berdurasi sekitar 3 menit yang diunggah oleh Lukman Dolok Pasaribu (57) viral di medsos usai ucapannya bernarasi provokatif yang menyebutkan “Israel silahkan membantai ummat muslim”, Senin (27/11/2023).
Tak pelak, video bernarasi ujaran kebencian tersebut langsung heboh tidak hanya di tiktok tetapi di berbagai media sosial (FB, IG, TikTok dan SnackVideo).
Seperti dilaman Facebook akun atas nama Habieb Iwa, video Lukman Dolok dibagikan 120 kali dengan 214 komentar netizen yang mengecam ucapannya bernada provokasi tersebut.
“Kebanyakan makan lengkuas ini” Kata salah seorang netizen didalam komentar Fb tersebut.
Sedangkan di Tiktok sendiri video yang meresahkan pengguna media sosial ini di tampak di upload ulang puluhan kali dengan beragam komentar geram.
Pelaku Diamankan
LDS (57) Warga Kota Sorong, Papua Barat diamankan Tim Siber Polda Sumut diwilayah Toba atas dugaan ujaran kebencian melalui media sosial (medsos) akun tiktok.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan pria itu sudah diamankan.
“Yang bersangkutan sudah kita amankan di wilayah Toba, Sumatera Utara. Saat ini ia tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut,” katanya.
Hadi sendiri belum merinci soal kasus itu. Dirinya mengatakan LDS saat ini menjalani pemeriksaan di Polda Sumut.
“Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan di Polda Sumut,” ucapnya
Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang pria menghina nabi Muhammad SAW dan meminta Israel menghabisi warga Indonesia viral di media sosial.
Dalam video terlihat pria itu memakai baju berwarna kuning. Video itu terlihat direkamnya sendiri.
“Selamat sore, habisi saja itu rumah sakit Indonesia itu ya. Hai kaumPalestina, lebih kau mati bunuh diri dari pada Israel bunuh kamu. Sedikit-sedikit kamu apakan ke agama, habisi itu muslim semua itu,” kata pria itu.
Dirinya meminta Israel untuk menghabisi warga Indoensia yang berada di Palestina. Pria itu juga meminta agar Israel mengebom Jakarta.
“Bantai semua itu, baik orang Indonesia yang ada di sana, bunuh semua itu. Indonesia ini terlalu banyak komentar, bila perlu kasih bom ke Indonesia, Jakarta sana itu dibom ya. Kamu bikin rumah sakit di sana, di sini saja masih banyak orang yang apa, tidak mampu berobat,” ucapnya.
“Bunuh saja itu, bantai semua orang Indonesia yang ada di Palestina sana, termasuk yang di rumah sakit itu. Biar orang Indonesia ini tahu diri, orang-orang muslim ini tahu diri. Sedikit-sedikit di sini demo-demo masalah Israel, sekalian saja bangsa Israel bunuh semua itu,” sambungnya.
Pria tersebut juga menghina Nabi Muhammad dan pengikutnya dengan kata-kata yang tidak pantas.
“Saya tidak peduli mereka itu, karena mereka itu adalah pengikut iblis, pengikut setan, termasuk pengikut Nabi Muhammad yang mendapatkan wahyu dari Gua Hira, tapi yang dia dapat setan, goblok semua itu ya,” ungkapnya.
“Salam dari saya, bukan dari Papua lagi, Sumatera ya,” ucapnya.(*/)
LPLH NUSANTARA – Online Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyesalkan terjadinya insiden bentrok massa aksi bela Palestina dengan ormas setempat yang terjadi pada Sabtu (25/11/2023) sore di Bitung, Sulawesi Utara.
Apalagi dari insiden tersebut ada yang harus kehilangan nyawa dan beberapa orang menderita luka-luka. “Saya sangat menyesalkan dan sangat prihatin dengan apa yang terjadi, insiden yang terjadi kemarin sore di Bitung, Sulawesi Utara.
Ini adalah satu hal yang sama sekali tidak perlu dan merupakan kesia-siaan,” ucap Gus Yahya, Ahad (26/11/2023) di Jakarta.
Bahkan menurutnya, konflik Palestina dan Israel kerap dihubungkan dengan sentimen-sentimen keagamaan dari berbagai kelompok yang berbeda.
“Tapi masalah ini tidak boleh dijadikan alasan untuk konflik antar kelompok agama di mana pun juga di seluruh dunia, lebih-lebih di Indonesia ini, di antara sesama saudara sebangsa Indonesia yang kita cintai ini,” jelas Gus Yahya. Bangsa ini, tegas dia, telah dipercaya dan dihormati oleh dunia sebagai bangsa yang memiliki budaya toleransi dan memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang damai di antara yang berbeda-beda. Bahkan cita-cita untuk membangun masyarakat dunia yang damai dan adil adalah cita-cita kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu sendiri.
“Maka kita harus terus meneguhkan tekad untuk memelihara harmoni di antara sesama saudara sebangsa, memelihara kedamaian dan toleransi di antara sesama saudara sebangsa, karena ini merupakan tujuan yang paling mendasar dari proklamasi kemerdekaan itu sendiri,” terangnya.
Mengenai masalah yang terjadi diantara Israel dan Palestina, imbuh Gus Yahya, Indonesia telah memiliki visi untuk memperjuangkan jalan keluar yang nyata dan bukan sekedar terlibat dalam pemihakan-pemihakan.
Pemerintah Republik Indonesia sendiri telah memperlihatkan kesungguhan bagi upaya-upaya itu.
“Ini untuk mencapai satu kesepakatan tentang sikap bersama tentang kerja sama untuk membangun langkah bersama yang sungguh-sungguh nyata dan efektif untuk mendorong terjadinya satu dinamika menuju jalan keluar,” tegas Gus Yahya.
“Saya memohon kepada saudara-saudaraku khususnya di Minahasa, saudara-saudaraku sebangsa, mari kita saling menyatukan tekad untuk berjuang bersama bagi penyelesaian masalah kemanusiaan ini,” sambungnya.
Bangsa Indonesia, ucap Gus Yahya, harus terus bersatu supaya mampu menguatkan daya perjuangan bagi kemanusiaan, bagi satu tatanan dunia yang damai, adil, dan harmonis, sebagaimana cita-cita Proklamasi Kemerdekaan.
Gus Yahya meminta dan mengintruksikan kepada warga Nahdatul Ulama, kader-kader Nahdlatul Ulama di Minahasa untuk secara aktif berupaya meredam ketegangan yang terjadi, berupaya membangun komunikasi dan dialog di antara semua pihak yang ada, agar insiden yang kemarin terjadi tidak berterusan.
“Agar bisa segera kita hentikan dan kita bisa kembali lagi ke dalam kehidupan persaudaraan di antara sesama kita dengan damai dan bahkan saling bergandeng tangan untuk berjuang bersama demi kemanusiaan, demi mencapai jalan keluar dari berbagai masalah yang ada di belahan dunia ini, dan membangun masa depan kehidupan dan peradaban umat manusia yang lebih baik, lebih adil lebih harmonis dan lebih mulia di masa depan,” tandas Gus Yahya.
Dari video-video yang viral di media sosial, massa aksi bela Palestina terlibat bentrok dengan salah satu Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut)Bentrokan itu membuat pihak kepolisian memperketat pengamanan hingga menetapkan status siaga satu.
Menurut penjelasan Polres Bitung, awal mulanya itu dari salah satu LSM yaitu masyarakat adat yang melaksanakan HUT yang ke-12 yang dilaksanakan di GOR Dua Saudara, itu dengan tema kedaulatan pangan dan kebangkitan ekonomi lokal.
Tak lama kemudian, massa aksi bela Palestina melintas di lokasi. Hingga akhirnya diduga terjadi kesalahpahaman dan berujung bentrokan.
Seorang polisi bersiaga pasca bentrokan (Foto ilustrasi)
PERISTIWA
LPLH NUSANTARA – Pihak Kementerian Agama melalui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Utara Sarbin Sehe buka suara soal bentrokanmassa di Kota Bitung. Dia mengimbau tokoh agama dan tokoh adat agar tetap bisa jaga kerukunan di Kota Bitung, Sulut.
Menurut dia, kejadian bentrok itu karena dipicu saling lempar dari kedua kubu.
“Insidious saling lempar aksi masa dua kubu di Kota Bitung (25/11) kemarin petang sangat disesalkan,” kata Sarbin, di Manado, Minggu, 26 November 2023.
Dia menuturkan pasti semua pihak menyesalkan dan prihatin atas peristiwa bentrokan tersebut. Kata dia, kekerasan tak boleh terjadi apapun alasannya.
Sarbin mengatakan demikian karena bentrokan itu akan mengganggu persatuan dan kesatuan di Sulut. “Sangat disesalkan adanya kekerasan yang terjadi,” ujarnya.
Sarbin pun mengimbau agar semua pihak, umat beragama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat Sulut bisa jaga persatuan dan kesatuan.
Ia menekankan kebersamaan, kedamaian, keamanan di Sulut, khususnya Kota Bitung harus dipertahankan.
Dia juga berpesan agar tak mudah terprovokasi imbas kejadian tersebut dengan menyebarkan informasi yang keliru.
“Tidak mudah terprovokasi serta menyebarkan berita bohong,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia mendukung langkah Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri dan pihak keamanan melakukan pertemuan dengan seluruh pimpinan lembaga keagamaan.
Ia juga menyarankan agar sebaiknya aksi solidaritas dukungan terhadap Palestinatak dilakukan dalam bentuk pawai di jalan. Menurut dia, cara dukungan itu bisa dilakukan dengan di rumah ibadah.
“Sebaiknya solidaritas kemanusiaan atas nama Palestina atau Timur Tengah dilakukan di rumah ibadah masing-masing, menghindari aksi di jalan dalam bentuk pawai, dan lainnya. Mari jaga Sulawesi Utara yang aman, damai, rukun dan harmonis,” ujarnya.
Dua massa bentrok itu terjadi saat salah satu kubu tengah melakukan aksi dukungan terhadap Palestina. Namun, diduga ada kesalahpahaman massa itu bentrok dengan salah satu ormas di Kota Bitung.
Namun, pemerintah dan aparat bertindak cepat dengan segera mengamankan. Aparat bisa mengamankan kondisi Sabtu malam pukul 19.50 Wita. Pun, pusat Kota Bitung sudah dalam keadaan kondusif dan aman terkendali.
Wali Kota Bitung Maurits Mantiri mengimbau agar seluruh masyarakat Kota Bitung bersama-sama bisa jaga situasi dan kondisi tetap kondusif.
“Marilah kita bersama-sama mendukung upaya pemerintah di lapangan dengan tidak menyebarkan foto dan video yang dapat memprovokasi berbagai pihak,” kata Maurits.
Dia juga mengajak semua pihak bisa menjaga lingkungan, saling menegur, saling mendamaikan agar tak terprovokasi oleh oknum yang ingin menciptakan perpecahan. Lalu, jika ada hal yang mencolok, segera laporkan kepada aparat pemerintah/TNI Polri terdekat atau hubungi Call Center 112.
LUBUKLINGGAU – Dua orang guru SMP Negeri Taba Renah Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas, trauma setelah menjadi korban begal.
Yakni, Eva Susanti (42) warga Jalan Pattimur Kelurahan Sukajadi Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau.
Dan, Sri Miniarti (38) warga Jalan Nangka Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau.
Kedua korban yakni Eva dan Sri keduanya trauma dan ketakutan setelah kejadian itu.
Adapun yang hilang adalah sepeda motor Yamaha NMax BG 3685-HAB milik korban Eva Susanti.
Sementara itu pihak kepolisian kini sedang mengejar ketiga pelaku begal.
Kapolres Musi Rawas AKBP Danu Agus Purnomo melalui Kasi Humas Iptu Herdiansyah menjelaskan, kini petugas Sat Reskrim Polres Musi Rawas dan Polsek sedang mengejar para pelaku.
Seperti diketahui, dua orang guru SMP Negeri Taba Renah yang hendak upacara Hari Guru Nasional (HGN) di Selangit, Musi Rawas dibegal.
Kejadiannya, Sabtu 25 November 2023 sekitar pukul 07.50 WIB, di jalan poros antara Kelurahan Selangit dan Desa Taba Renah Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas.
Kedua guru SMP Negeri Taba Renah itu Sri dan Eva. Imbas kejadian tersebut, sepeda motor Yamaha NMax yang dikendarai keduanya hilang dibawa begal.
Kronologis kejadiannya, bermula kedua guru SMP ini, berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha NMax.
Keduanya, saat itu sudah siap mengenakan seragam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), karena hendak melaksanakan upacara HGN di SMP Negeri Taba Renah.
Ketika melintas daerah perkebunan milik warga, tiba-tiba keluar tiga orang dari semak-semak langsung menghadang sepeda motor yang dikemudikan korban.
Sempat hendak mengelak, sepeda motor yang kedua guru ini justru terbalik. Sehingga para pelaku langsung mengambil sepeda motor dan mengancam.
Hingga kedua guru ini hanya bisa pasrah, saat pelaku kabur mengendarai sepeda motor menuju Taba Tengah Kecamatan Selangit.
Kepala SMP Negeri Taba Renah Ishak membenarkan kejadian itu. Ia berharap agar pelaku cepat tertangkap dan sepeda motor dapat ditemukan kembali.
Selain itu juga dijelaskannya, bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek STL Ulu Terawas. (*/)
MUSI RAWAS – Pelaku perampokan dan pemerkosaan di Dusun 4 Desa D Tegalrejo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura) Sumsel, tak sampai 1×24 jam berhasil diringkus Satreskrim Polres Musi Rawas, Sabtu (25/11/2023).
Ada 3 pelaku yang berhasil diamankan dan 1 pelaku masih dalam pengejaran (buron). Mereka ditangkap pada Jumat (24/11/2023) malam sekitar pukul 19.40 WIB
Ketiga pelaku yang diamankan adalah Arpan Sopian alias Yan Seraput (50) warga Desa Tanah Priuk dan Maliyadi alias Mali (53) warga Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti, serta Ardy Arianto (23) warga Kota Lubuklinggau.
Sedangkan, 1 pelaku yang masih buron atau daftar pencarian orang (DPO) adalah, Fadli (17) warga Desa Tanah Priuk Kecamatan Muara Beliti.
Ketiga pelaku ditangkap di rumah pelaku Arpan Sopian alias Yan Seraput (50) warga Desa Tanah Priuk.
Dari ketiga pelaku yang ditangkap, 2 diantaranya dihadiahi timah panas, yakni Arpan Sopian alias Yan Seraput (50) dan Ardy Arianto (23).
Mereka ditembak di bagian kakinya, lantaran mencoba melawan saat ditangkap.
Akibat peristiwa tersebut, korban Dedi Dores (33) mengalami luka bacok di kepala, di punggung sebelah kiri dan luka bacok di pergelangan tangan sebelah kiri.
Kemudian, korban D yang merupakan istri korban mengalami pemerkosaan dan korban N anak korban juga mengalami luka retak dibagian tengkorak kepalanya.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Danu Agus Purnomo melalui Wakapolres, Kompol Harsono dan Kasat Reskrim, AKP Hary Dinar mengatakan, ketiga pelaku dibekuk di rumah Sopian di Desa Tanah Priuk.
“Alhamdulillah, tidak sampai 1×24 jam, kasus perampokan di Tugumulyo Musi Rawas berhasil ditangkap oleh tim Landak Satreskrim Polres Musi Rawas”, kata Kasat, dalam konferensi pers, pada Sabtu (25/11/2023) pagi.
Pada saat dilakukan penangkapan, 2 pelaku melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur, dengan melumpuhkan pelaku dikakinya.
Dijelaskan oleh Kasat, peristiwa perampokan terjadi pada Jum’at (24/11/2023) sekitar pukul 02.00 Wib di dalam rumah korban tepatnya di Desa Tegal Rejo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas.
Saat itu, ketiga pelaku yakni Arpan, Ardy, dan Fadli (DPO) diantar oleh pelaku Maliyadi ke pinggir jalan yang berjarak dengan rumah korban sekira 500 m, menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna Merah dengan berbonceng 4.
Kemudian, pelaku Maliyadi meninggalkan ketiga pelaku untuk pulang ke rumah, dan ketiga pelaku menuju ke rumah korban.
Setelah tiba di rumah korban, pelaku Arpan mencongkel pintu belakang rumah korban menggunakan 1 bilah senjata tajam jenis pisau, kemudian ketiga pelaku langsung memasuki rumah korban.
Masing-masing pelaku memegang 1 buah balok kayu. Tapi pada saat di dalam rumah korban, pelaku Arpan 1 bilah arit, kemudian diiringi dengan Ardy yang mengambil 1 bilah parang, sedangkan pelaku Fadli (DPO) hanya memegang 1 buah balok.
Setelah didalam rumah, pelaku Ardy mengambil 2 unit Handphone merk Samsung dan vivo. Pelaku Ardy membangunkan korban Dedi untuk menanyakan kunci motor, setelah korban bangun, pelaku Arpan yang memegang arit langsung membacok korban sebanyak 3 kali.
“Satu kali ke arah kepala, tangan dan badan. Disusul pelaku Ardy yang juga membacok korban dengan menggunakan 1 bilah parang. Sedangkan pelaku Fadli (DPO) memukul kepala anak korban yang terbangun,” kata Kasat.
Akibatnya, anak korban mengalami luka retak tulang tengkorak bagian atas. Setelah itu pelaku Arpan menyuruh istri korban untuk menunggu di kamar depan, sedangkan pelaku Fadli (DPO) mengikat tangan dan kaki korban yang telah tidak berdaya dengan menggunakan tali.
“Pelaku Arpan masuk ke kamar depan dan bertanya dengan istri korban menanyakan uang sembari memukul kepala korban,” jelasnya.
Tak sampai disitu, pelaku Arpan juga meminta istri korban untuk membuka celananya dan memperkosanya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hilangnya 1 unit sepeda motor honda Supra X 125 warna biru hitam, 2 unit handphone android merk Samsung dan vivo, 2 buah tabung gas yang ditafsir sekira Rp800 ribu.
“Untuk motor korban sudah dijual pelaku ke Kecamatan Rupit, dan 1 unit handphone vivo dibawa lari oleh pelaku Fadli (DPO),” tutur Kasat.