Menyambut Kegiatan Acara Ulang Tahun 5 Dewa di Kelenteng Wie Teng Bio di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

LUBUKLINGGAU, SUMSEL


Salah satu Kelenteng Wie Teng Bio di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan kegiatan acara ulang tahun 5 Dewa.

Kegiatan yang menyambut ulang tahun 5 Dewa di lakukan di Kelenteng Wie Teng Bio di jalan Riau, Kecamatan Lubuk linggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (13/1/2024)

Kegiatan acara ini dilakukan oleh umat Konghucu yang melakukan Sembahyang sebagai wujud penghormatan kepada 5 Dewa dan tanda terima kasih kepada para Dewa Dewi sekaligus leluhur agar mendapatkan berkah, kesehatan dan panjang umur.

Konghucu merupakan salah satu agama tertua di dunia. Dan agama ini terkenal dengan para penganut yang tentunya orang Tionghoa.

Konghucu adalah seorang guru, cendikiawan yang terkenal, dan juga filsuf dari negara China kuno. Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa.

di Indonesia Konghucu diakui sebagai agama, sehingga yang menganut agama Konghucu justru orang Indonesia (terlepas penganut dari keturunan Tionghoa atau bukan). Di negara lain? tidak ada penganut agama Konghucu karena ajaran tersebut tidak eksis sebagai agama diluar Indonesia.

Kalau ajarannya sih banyak yang mempraktekkan, termasuk (jelas) di China, Taiwan, Hong Kong, Korea, Vietnam, Singapura, Jepang, dll yang berbatasan dengan China. (*/Budi S)

Asep (ODGJ) yang Telah Membunuh Ayah dan Ibu Kandungnya Akan Diobservasi ke RSJ Palembang Sumsel.

ZONA🌏 LPLH SUMSEL

Musi Rawas, Sumsel.

Polisi telah mengamankan Asep (21), pemuda ODGJ yang tega membunuh ayah dan ibu kandungnya hingga tewas di Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan.

Guna memastikan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa, polisi berencana akan melakukan observasi ke RSJ di Palembang.

Hal itu diungkapkan Kapolres Mura AKBP Andi Supriadi usai pihaknya menerima informasi terkait Asep yang diduga ODGJ.

Saat ini polisi tengah mengatur waktu yang pas untuk mengantarkan Asep secepatnya ke RSJ Ernaldi Bahar di Pa lembang. Asep rencananya akan diobservasi selama 14 hari di RSJ tersebut.

Dugaan tersangka Asep memang mengidap gangguan jiwa, karena polisi berusaha menginterogasi Asep, namun tak sesuai dengan yang diharapkan.

Saat diperiksa, Asep tak mampu memahami apa yang ditanyakan polisi terhadapnya. Polisi juga masih menunggu surat keterangan resmi dari pihak keluarga untuk membuktikan perihal tersebut.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti di lokasi kejadiaan. Selain parang panjang dan kayu runcing yang digunakan Asep menghabisi ayah dan ibu kandungnya, polisi juga menyita parang lain, hanger berikut rambut korban.

Sementara Asep ini diamankan dan belum bisa dimintai keterangan dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang tindak pidana pembunuhan.

Dugaan motif Asep nekat membuat kedua orang tuanya tewas. Menurut Andi, peristiwa itu terjadi ketika Asep yang disebut ODGJ diduga kumat setelah permintaan untuk dibelikan rokok ditolak oleh sang ibu.

“Berawal pelaku meminta untuk dibelikan rokok kepada ibu kandung pelaku (korban), namun tidak dibelikan,” kata AKBP Andi, Jumat (5/1/2024).

Lalu di saat bersamaan, Abastiar ayah pelaku tiba di rumah karena baru pulang bekerja. Karena kesal kehendaknya tak dituruti ibunya, Asep pun sontak kesal. Tiba-tiba Asep langsung mengambil sebilah parang di rumahnya.

“Kemudian dengan parang panjang itu pelaku langsung membacok ayahnya. Di mana saat itu korban Abasatiar baru pulang dari bekerja. Setelah membacok Abasatiar, pelaku pun membacok ibunya,” kata Andi.

Saat aksi pembacokan terjadi, emosi Asep diduga semakin menjadi sehingga Asep membacok ayah dan ibunya itu berulang kali dengan membabi buta.

“Pelaku membacok kedua orang tuanya dengan berulang kali,” katanya.

Kedua korban pun tak berdaya karena menderita sejumlah luka bacok di sekujur tubuh mereka hingga Leher nyaris putus. Melihat korban masih bernyawa, Asep yang tak puas lalu mengambil kayu runcing yang ada di rumah tersebut dan kembali menghantamkan kayu itu ke kedua korban hingga akhirnya kedua orang tuanya meninggal dunia.

(Budi S)

Berisik Terganggu Tetangga yang Sedang Begadang, Pria di Lubuklinggau Sumsel Tikam Leher Tetangga Pakai Pisau Dapur.

LUBUKLINGGAU, SUMSEL

Pelaku Rudi Irwansa (27) warga jalan Dayang Torek Dalam, RT 06, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan Diringkus Polisi karena menikam leher tetangganya menggunakan pisau dapur, Selasa (9/1/2024).

Sementara korban Gilang Ramadhan (21) sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Ar Bunda atas luka yang dideritanya.

Rudi nekat menusuk tetangga sebelah kosannya itu karena merasa terganggu oleh korban yang begadang sampai larut malam.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Indra Arya Yudha melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, AKP Johni Pajri membenarkan kejadian itu, peristiwa itu sudah ditangani unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat.

Ceritanya korban melakukan penganiayaan itu karena terganggu suara berisik dari korban tetangganya.

Kejadian itu terjadi pada Kamis (4/1/2024) malam, kejadian pada saat pelaku sedang berada dirumahnya serta hendak tidur.

Karena pelaku mendengar suara berisik atau gaduh dari rumah korban yang sedang begadang bersama teman-temannya, sehingga pelaku mendatangi rumah korban dan mengetuk pintu korban, setelah pintu dibuka pelaku langsung menusuk dengan pisau dapur kearah leher korban sebelah kanan.

Korban langsung berteriak minta pertolongan, selanjutnya pelaku melarikan diri dari tempat kejadian.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka tusuk pada leher bagian kanan serta dirawat di Rs Ar Bunda Lubuklinggau.

Kemudian keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuklinggau Barat I untuk ditindaklanjuti.

Setelah menerima laporan Tim Unit Reskim Polsek Lubuklinggau Barat I melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku, dan pelaku berhasil ditangkap dirumahnya.

Pelaku dan barang bukti sebilah pisau dapur diamankan ke Polsek Lubuklinggau Barat I guna pemeriksaan intensif.

Pelakupun mengakui telah melakukan penikaman terhadap korban dengan cara menusuk dengan pisau kearah leher kanan korban.

(Budi S)

Objek Wisata Bendungan Watervang di Lubuklinggau Menarik Perhatian Wisatawan Menjelang Akhir Tahun 2023 Hingga Menyambut Liburan Tahun Baru 2024.


Tahun Baru Semangat Baru, dan di moment ini pula punya semangat untuk merayakannya penuh suka cita dan mereka pun berdo’a dalam menyambutnya tahun baru setiap pergantian tahun di daerah-daerah, yakni dari desa ke desa, kabupaten, provinsi, kota besar lainnya punya ciri khas objek wisata dan tempat kunjungan wisata unggulan punya daya tarik tersendiri.

Dari pantauan media iGlobalNews (Mr.Wancik) ajangsana, meliput langsung di Lubuklinggau menjelang akhir tahun 2023 baru lalu hingga merayakan Tahun Baru 2024 di pusat kota, dan tempat objek wisata watervang yang terkenal ini.

Tampak dari pantauan awak media ketika di moment Tahun Baru 2024 Bendungan Watervang di Kota Lubuklinggau ramai dikunjungi. Lonjakan pengunjung itu jauh lebih ramai dari akhir pekan biasa. Bahkan, jumlah pengunjung objek wisata ditengah pusat Kota Lubuklinggau ini meningkat 100 persen.


Drs.H.Mansyur Nungcik,MPdi merupakan wisatawan yang mengunjungi tempat objek wisata watervang, Minggu (31/12/2023) sore hari lalu menjelang Tahun Baru 2024 saat diwawancarai iGlobalNews, dia mengatakan dengan adanya tempat wisata Bukit Sulap, Kampung Warna Warni, Air Terjun Temam, dan Air Terjun Watervang akan membawa efek positif bagi dunia pariwisata umumnya, dan khususnys sangat menguntungkan dibidang ekonomi, perekonomian, baik aspek sisi mikro makronya di Kota Lubuklinggau, ujarnya.

“Contoh bisa ditarik iuran masuk ke lokasi tempat wisata dan itu akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), lalu juga para penjual kuliner aneka makanan dan minuman, bisa menjual dagangan mereka ke pengunjung”.

Lalu ditambahkannya lagi, kata dia (H.Mansyur) bahwa di samping itu juga Kota Lubuklinggau dikenal oleh daerah lain, diluar provinsi seperti dari Jambi, Bengkulu, Padang dan Kota lainnya, yang demikian ini menyebabkan perputaran uang begitu besar di Kota Lubuklinggau, tuturnya menjelaskan penuh semangat, optimis sembari tersenyum, dan juga katanya orang Lubuklinggau pun sangat senang daerah mereka ramai dikunjungi, terutama tempat wisata, dan itu tentunya mereka tak perlu jauh-jauh untuk rileks bersama keluarga, jelasnya.


Di sisi lain, H.Mansyur menjelaskan saat wawancarai diselah-selah kunjungan wisata bersama keluarga besarnya itu lebih jauh, dia memberi pandangan ke awak media bahwa “Kepemimpinan Mantan Walikota Lubuklinggau yang dicintai masyarakatnya, selalu dikenang dari masa ke masa, sebut saja H.SN.Prana Sohe selama dua periode, sejak dari tahun 2013 s/d 2018, dan kemudian dari tahun 2018 s/d 2023 cukup membuat perubahan signifikan terhadap pembangunan di Lubuklinggau, yakni di bidang keagamaan, ekonomi, infrastruktur sarana pra sarana, sosial dan budaya terhadap pembangunan di Lubuklinggau, baik di bidang keagamaan, ekonomi, infrastruktur sarana pra sarana, sosial dan budaya.

“Jasa beliau (H.SN.Prana Sohe) telah membangun dan merenovasi objek wisata yang saat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik (luar daerah), dalam dan luar negeri”, ujar Drs.H.Mansyur Nungcik,MPdi, dia juga merupakan salah satu tokoh masyarakat di Kota Lubuklinggau.
(*/Budi S)

Jaranan MAKARTI BUDOYO 92 Lubuklinggau Akan Kembali Hibur Warga Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas.

KESENIAN BUDAYA NUSANTARA 🌏

Jaranan Makarti Budoyo 92 Lubuklinggau akan kembali memeriahkan warga di kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas pada tanggal 22 Desember 2023 main malam saja. Jaranan Makarti Budoyo 92 ini pimpinan Bopo Sumino, Kamis (21/12/2023).

Diketahui, Makarti Budoyo 92 mengusung Seni Tari Jaranan Klasikal dan Sakral agar tetap terjaganya keaslian seni jaranan khas Jawa yang diturunkan turun temurun dari generasi ke generasi hingga sekarang, tegas Uki kepada awak media di lokasi.

“Kita bisa lebih mengenal ragam budaya yang ada di Indonesia, dirinya berharap agar kesenian asli daerah bisa semakin berkembang pesat dan makin eksis, tidak termakan oleh perubahan zaman” Tambahnya.

Diketahui, asal mulai munculnya jaranan sejak abad ke-11 di Wengker atau Ponorogo yang diciptakan oleh Raja Ponorogo pada masa itu, tepatnya pada tahun 1045 masehi, seusai bunuh dirinya puteri Doho atau Kediri. Kesenian Jaranan atau Kudo Kepang masuk ke Kediri dari Ponorogo pada abad 19 masa Hindia Belanda. (Budi S)

Mulai 1 Januari 2024, Gas LPG 3 Kg Hanya Dapat Dibeli Oleh Pengguna yang Terdaftar.

 

Kementerian ESDM menyatakan bahwa mulai 1 Januari 2024, pembelian Liquefied Petroleum Gas  (LPG) tabung 3 kilogram hanya dapat dilakukan oleh pengguna tertentu yang telah terdata.

Pengguna LPG tabung 3 kg yang belum terdata atau ingin memeriksa status pengguna, dapat mendaftar atau memeriksa data diri di sub penyalur atau pangkalan resmi sebelum melakukan transaksi.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena proses pendaftaran sangat mudah, cepat, dan aman. Cukup menunjukkan KTP dan KK.

Pemerintah memberlakukan kewajiban pengguna terdata untuk mentransformasi pendistribusian LPG tabung 3 kg agar lebih tepat sasaran.

Dengan begitu, besaran subsidi yang terus meningkat dapat dinikmati sepenuhnya oleh kelompok masyarakat tidak mampu atau tepat sasaran.

Selain mudah dan cepat dalam proses pendaftarannya, masyarakat juga tidak perlu khawatir terhadap keamanan data pribadi konsumen.

PT Pertamina (Persero) menjamin bahwa data konsumen LPG tabung 3 kg yang sudah terdaftar dan terdata di merchant app Pertamina akan terlindungi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 27Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Dari data yang tercatat hingga November 2023, sebanyak 27,8 juta pengguna LPG tabung 3 kg telah bertransaksi melalui merchant app Pertamina di penyalur/pangkalan resmi.

Untuk memaksimalkan proses pendataan LPG 3 kg tersebut, pemerintah mendorong agar para pengguna yang belum terdata untuk segera mendaftar.

Pendataan pengguna LPG tabung 3 kg sebagai langkah awal proses transformasi ini yang dilaksanakan sejak 1 Maret sampai dengan 31 Desember 2023.

Pendataan pengguna LPG tabung 3 kg merupakan tindak lanjut Nota Keuangan Tahun 2023 yang menyatakan komitmen pemerintah melakukan langkah-langkah transformasi subsidi LPG tabung 3 kg menjadi berbasis target penerima atau by name by address dan terintegrasi dengan program perlindungan sosial secara bertahap.

Pendistribusian LPG tabung 3 kg perlu dilakukan secara tepat sasaran mengingat LPG tabung 3 kg ini juga merupakan barang penting sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015.

Selain itu, LPG tabung 3 kg juga memiliki sasaran pengguna yakni rumah tangga untuk memasak, usaha mikro untuk memasak, nelayan sasaran, dan petani sasaran, sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 dan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019.

Kementerian ESDM juga telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM No 37.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Isi Ulang Liquefied Petroleum Gas Tertentu Tepat Sasaran dan Keputusan Dirjen Migas No 99.K/MG.05/DJM/2023 tentang Penahapan Wilayah dan Waktu Pelaksanaan Pendistribusian Isi Ulang Liquefied Petroleum Gas Tertentu Tepat Sasaran. (Budi S)

Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan Didoakan Megawati Jadi Presiden saat Kampanye di Lubuklinggau, Sumsel.

LUBUKLINGGAU, SUMSEL

Anies Baswedan Capres nomor urut 1, berkunjung ke Kota Lubuklinggau, Sumsel, Anies sempat blusukan ke Pasar Inpres setempat dan berbincang-bincang dengan pedagang, Senin (18/12/2023).

Anies berbincang dengan sejumlah pedagang, dan memborong dagangan berupa kue tradisional Lemang yang dijual oleh nenek Megawati.

Di hadapan Anies, Megawati menyampaikan kalau dagangan yang dijual sering sepi pembeli, ia juga baru mendapatkan musibah, di mana anaknya meninggal dunia.

“Pikiran saya masih di rumah Pak Anies, memikirkan cucu karena anak saya baru meninggal dunia,” kata Megawati.

Pendapatannya dari menjual kue hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi harga bahan pokok juga terus mengalami kenaikan. Megawati menceritakan, dia berjualan kue tradisional lemang di Pasar Inpres, tapi pada saat bulan puasa, dia berjualan lemang di pasar kaget.

“Saya berterima kasih sudah membeli kue yang saya jual. Saya mendukung dan mendoakan Pak Anies agar jadi Presiden selanjutnya karena orangnya baik dan peduli,” katanya.

Sementara Anies Baswedan sendiri setelah mencicipi kue tersebut menyebut kalau kue tradisional Lemang memiliki rasa yang gurih dan sedap.

“Kue Lemangnya enak, gurih. Alhamdulillah juga didukung sama Ibu Mega,” kata Anies.

Menurut Anies, dalam perbincangannya, Megawati mengeluhkan kondisi ekonomi keluarganya. Apalagi Megawati baru saja mendapatkan musibah.

“Insyaallah dagangannya tambah laris, siapapun yang berkunjung ke pasar inpres, jangan lupa mampir ke tempat nenek Megawati”. Tambah Anies. (*/Budi S)

Anies Baswedan (Capres Nomor Urut 1) Kampanye di Kota Lubuklinggau Sumsel Pada 17-18 Desember.

LUBUKLINGGAU SUMSEL

Tim Pemenangan Daerah dari Partai Nasdem dan relawan untuk pasangan nomor urut 1 calon Presiden RI Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar melakukan sejumlah kunjungan ke Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Kunjungan Anies ke Lubuklinggau yang dijadwalkan pada 17-18 Desember 2023 ini, dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Fauzi Amro dari Ketua DPP Partai NasDem.

Rapat koordinasi dihadiri seluruh partai koalisi pengusung beserta dengan relawan Anies pada Kamis 14 Desember 2023 malam di salah satu ballroom hotel di Lubuklinggau.

Fauzi Amro, dalam keterangannya usai memimpin rapat, menyampaikan bahwa bersama partai koalisi pendukung dari tingkat provinsi hingga daerah yang ada di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, beserta 50 kelompok relawan Anies akan mematangkan agenda acara.

Anies akan mengikuti acara silaturahmi ke pondok pesantren berdialog dengan tokoh-tokoh agama di Kota Lubuklinggau, blusukan ke pasar inpres dialog dengan pedagang dan sopir angkot, ke Kabupaten Musi Rawas dan Muratara. (Budi S)

Sejarah-Timnas Pelawak Mengadakan Pertandingan Melawan Tim Lokal Daerah.

foto ini diambil saat Tim Nasional Pelawak mengadakan pertandingan melawan tim lokal daerah di stadion Badak Putih, Cianjur, Jawa barat.

LPLH NUSANTARA 🌏

Pertandingan itu berhasil mengocok perut para penonton dan sampai wasit pun tak punya kendali untuk mengatur jalannya pertandingan. Pada satu moment, sang wasit pun justru dikerjai sampai celananya dipeloroti.

Sampai akhirnya pertandingan itu pun berhenti saat salah satu penonton melempar bonggol jagung tepat mengenai kepala Darto Helem hingga mengalami pendarahan di kepalanya, dan Darto pun terpaksa ditandu keluar lapangan.

“Tega banget sih yang lempari saya, apakah karena kepala saya memang “merangsang” untuk dilempar”, ucap Darto.

Melihat foto Timnas Pelawak, jadi teringat salah satu lagu Benyamin Sueb yang bertemakan sepak bola. Di lagu tersebut, Benyamin di temani oleh Eddy Sud yang bernyanyi seperti menjadi komentator dalam sebuah pertandingan sepak bola antara Paguyuban Pelawak melawan Brazilia, dan pada akhirnya Paguyuban Pelawak berhasil memenangkan pertandingan khayalan tersebut dengan skor 1-0.

Paguyuban Pelawak : 

Berdiri :

Mang Diman, Darto Helm, S Bagio, Mang Dudung, Eddy Sud, Sol Saleh, Kris Biantoro.

Jongkok:

Benyamin S, Djunaidi, Eddy Gombloh, Nasir, Arbain

Korupsi yang Harus Diderita oleh Seseorang di Tahun 500 SM.

Lukisan abad ke-16 yang menunjukkan seorang hakim korup bernama Sisamnes yang dikuliti hidup-hidup di tahun 500 SM.

Sisamnes adalah seorang hakim korup kerajaan di zaman Raja Cambyses II di Persia. ia ketahuan menerima suap di pengadilan dan meloloskan terdakwa dalam sebuah pengadilan yang tidak adil.

Sebagai akibatnya, raja memerintahkan ia agar dipenjara karena korupsinya dan diperintahkan agar ia dikuliti hidup-hidup.

Sebelum mengambil keputusan, raja meminta Sisamnes untuk menyebut orang yang ingin ia tunjuk sebagai penerusnya. Sisamnes, karena tamak, memilih anaknya, Otanes.

Raja setuju dan menunjuk Otanes untuk menggantikan ayahnya. Ia belakangan mengadili dan memerintahkan untuk memindahkan kulit Sisamnese untuk menjadi pelapis kursi yang akan diduduki oleh hakim yang baru di pengadilan sebagai pengingat tentang kemungkinan konsekuensi dari korupsi.

Otanes, dalam pengambilan keputusan, diharuskan untuk selalu mengingat bahwa ia selalu duduk di atas kulit ayahnya yang dieksekusi.

Hal tersebut memastikan keadilan dan kesetaraan dalam semua proses pengadilan, pertimbangan, dan pembuatan keputusan yang ia lakukan. (*)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai